Kebenaran
Apapun bentuk dan permasalahannya tampaknya kebenaran versi manusia itu relatif. Tidak ada yg bisa dipegang secara pasti dan cenderung berubah. Benar dalam satu sisi berbeda sisi lain. Benar satu hal melenceng dalam hal lain. Benar saat ini belum tentu lain waktu. Benar untuk seseorang belum tentu untuk yg lain.Tapi itulah manusia, cenderung tempatnya salah bukan tempatnya benar. Sangat berbahaya tampaknya jika manusia tidak mau berfikir. Hanya menerima apa adanya kata orang. Padahal dalam setiap kejadian selalu ada perbedaan atau perubahan. Tampaknya hukum alamnya 'kejadian' sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa emang seperti itu. Kalaupun tampak sama, itu hanya penglihatan manusia. Pembenaran dari manusia itu hanya bisa di takar dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Benar. Supaya tidak terlalu melenceng dan seiring hukum alam. Maka ketika membenarkan sesuatu berharap itu yg paling bijak, meski belum tentu paling benar.
Firman Allah Swt: "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk" (Qs. Al-an'am:116-117)
Wallohu a'lam. (Asdan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar