Senin, 09 Maret 2015

Renungan (Basmalah)



UCAPKAN BASMALAH
Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ”.(QS. Al-Hasyr:22)

          Bacaan basmalah atau bismillahi ar-rahman ar-rohim diterjemahkan sebagai `dengan nama Allah yang Maha Pemurah, Maha Penyayang (Pengasih)`. Suatu kalimat yang utama tempat bertolaknya setiap aktivitas yang dapat mengantarkan manfa`at bagi dirinya, lingkungannya dan juga kemanusiaan secara menyeluruh. Sementara siapapun yang melupakan Allah, maka bisa jadi sia-sialah amalannya, sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (Qs.Al-furqan:23).

          Rasulullah S.A.W. bersabda :” Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka pekerjaan tersebut tidak sempurna (cacat)” (al-hadits).

          Hanya dengan keimanan kepada Allah dengan segala konsekuensi keta`atan didalamnya yang akan mendapatkan anugrah dan kasih sayang-Nya. Firman Allah S.W.T: “maka sembahlah Allah dengan menunaikan ibadah kepada-Nya,” (Qs. Al-Mu`min:14)

          Kalimat basmalah yang menjadi awal atau pemisah antar surat dengan kitab suci Al-Qur`an, mengandung makna yang menurut sebagian ulama mencakup ungkapan kesempurnaan Tuhan, diantara nama-nama dan sifat-sifatnya yang Agung (Asma`ul Husna) tanpa cacat sedikit pun. Sehingga bagi yang mengucapkannya, diharapkan terlintas segala sifat kesempurnaan-Nya tersebut. Bahkan diharapkan manusia dapat mencontoh sifat-sifat tersebut sesuai dengan kemampuan dirinya yang serba terbatas. Dengan ucapan ini, menunjukkan kelemahan akan diri serta kebutuhan pada Allah dan memohon pertolongan-Nya.

          Tiga dari asma-Nya agung tertuang dalam kalimat ini, Allah, Al-Rahman, dan  Al-Rahim. Boleh jadi lafadz `Allah` adalah yang terbanyak tercantum dalam al-qur`an, yang menurut pakar tafsir Qurays Syihab sebanyak 2698 kali. Dialah Allah yang sangat menakjubkan dalam segala perbuatannya dan yang mengherankan hakikat-Nya. Dia adalah dzat yang wajib wujud-Nya (wajibul wujud). Satu-satunya yang layak dan wajib disembah oleh setiap makhluk, sebab tiada Ilah (Tuhan) selain Allah. Kata `Ilah` diartikan sebagai sesuatu yang disembah, setiap objek sesembahan. Selain itu dikatakan sebagai thaghut.

          Al-Rahmah dan Al-Rahim adalah dua sifat yang hanya dimiliki Allah, berasal dari satu kata yang sama yaitu rahmah atau rahmat. Dalam Al-Qur`an, keduanya sering juga diungkap menjadi satu rangkaian yang berarti `yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang` sebagaimana lazimnya dalam terjemah depag, atau dalam tafsirnya Muhammad Yusuf Ali diartikan dengan `maha Pemurah (All Compassionate), Maha Pengasih (All Merciful)`. Meski demikian, para mufassirin (ahli tafsir) memberikan maknya yang berbeda dari keduanya. Untuk membedakan keduanya dengan cukup jelas telah disimpulkan oleh prof. Dawan Raharjo dalam bukunya Ensiklopedia Al-Qur`an, bahwa rahmat Allah meliputi semua makhluk, baik yang beriman maupun yang tidak beriman (kafir), terjadi terus menerus, menyangkut kehidupan di dunia. Kaitan dengan rahmat ini, Firman Allah: Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan diakhirat;sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada engkau. Allah berfirman:”Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku  tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” ( Qs. Al-A’raaf : 156)

          Sedangkan Rahim-nya Alloh adalah kasih sayang khusus kepada orang beriman, kondisional, hanya terjadi sebagai respon terhadap tindakan seseorang yang diberikan kelak dalam kehidupan akhirat. Kaitan dengan ini, Firman Allah:”siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) rezki yang baik? Katakanlah: semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus untuk mereka saja di hari kiamat.“(Qs. al-Araaf; 32). Maksudnya kenikmatan dan perhiasan di dunia diperuntukkan bagi yang beriman dan yang tidak beriman, sedang di akhirat hanya bagi yang beriman saja. Firman-Nya:”dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat  (Qs. Ali Imran : 132)

         Dijelaskan dengan indah oleh Abdullah Yusuf Ali dalam tafsirnya ‘The Holy Qur’an’, sebagai berikut: “kasih dapat mengundang arti kasihan, tahan menderita, sabar atau tabah dan penuh ma’af. Semua itu sangat diperlukan oleh orang yang berdosa dan Allah Maha Pengasih, memberi karunia yang berlimpah. Tetapi ada Kasih yang sudah mendahului segala keperluan itu, yakni sifat Pemurah yang sudah siap selalu, memancar dari Allah Yang Maha Pemurah itu kepada semua mahluk-Nya, melindungi, menjaga, memberi petunjuk kepada mereka, serta membimbing mereka kepada cahaya yang lebih terang dan nilai hidup yang lebih tinggi. Itulah sebabnya sifat Rahman (Maha Pemurah) itu tak dapat diterapkan pada apa dan siapapun selain Allah. Tetapi sifat Rahim (Pengasih) merupakan istilah yang umum, dan dapat juga diterapkan pada manusia. Agar kita merenungkan anugrah Allah yang tak terhingga itu, maka ucapan basmalah ditempatkan pada setiap awal surat al-Qur’an (kecuali surat 9), dan diulang pada setiap akan memulai pekerjaan oleh seorang muslim yang ingin mengabdi hidupnya kepada Allah, dan harapannya hanya dalam kasih-Nya.” (wallohu a’lam)

          Nabiulloh Muhammad S.a.w bersabda: “Allah mempunyai seratus rahmat yang Dia berikan satu untuk penduduk dunia seluruhnya dan Dia menahan yang 99 lagi untuk di akhirat yang menunjukkan sifat Penyayang dengan yang 99 ini kepada para hamba-Nya” (Hadits). Keterangan ini menunjukkan kepada kita di dunia ini, kenikmatan yang sudah begitu banyak sampai kemudian tanpa dirasakan atau melupakannya, ternyata masih tidak seberapa dibandingkan dengan kenikmatan dan kasih sayang Allah kelak di akhirat, yang hanya akan diberikan  kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa.

          Firman Allah Swt : “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Ali Imran: 133). Siapakah orang bertaqwa ini, diantaranya disebutkan dalam Firman Allah: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Qs. Ali Imran : 134)

          Ketaqwaan itu hanya dapat terjadi apabila dia mengikuti setiap petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah:“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah kitab (al-qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami (yang bermashalat bagi hambanya di dunia dan akhirat); menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.’ (Qs. al-A’raaf :52)

           Rasulullah S.a.w telah memberikan petunjuk dan contoh kepada kita dalam setiap keadaan untuk senantiasa diawali dengan ucapan basmalah dan do’a, baik ketika memulai beribadah, membaca (belajar), bekerja, makan, keluar rumah atau naik kendaraan dan lainnya. Semuanya merupakan wujud ingat kepada Allah (dzikrullah) sebagai yang akan mengawali dan mengantarkan  ketakwaan kita kepada-Nya. Menurut Rasulullah, setiap do’a yang diawali dengan ucapan basmalah akan dikabulkan, sebagaimana sabdanya: “Tidak ditolak do’a yang dimulai dengan  bismillahirrohmaanirrohiim.” (hadits).

          Pendek kata jika kita mengharapkan ridha Allah, mari kita awali setiap aktifitas kita yang baik dengan basmalah. Memulai dengan basmalah sebagai pengajaran kepada umat, agar mereka mencontoh dalam memulai pekerjaannnya, membuat selalu gembira, optimis, dan terpelihara oleh Allah. Dengan demikian dengan ungkapan basmalah kita, setiap apa yang kita lakukan senantiasa memancarkan cahaya kedamaian dan memberikan kasih sayang kepada sesama dan lingkungan kita, sehingga terwujud harapan pengikut Muhammad saw, melalui Firman Allah Ta’ala: “dan tiada Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Os. Al-Ambiya : 107). -Wallohu a’lam-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar